Penyuntingan Naskah

Penulis/Pemilik:

Muh. Lukman Hakim, S.S., M.Pd.

Diunggah oleh:

Aditya Andriansyah Permanajati

Jenis Materi:

Pdf

Tanggal Unggah:

18 Sep 2025

Dilihat:

5 kali

Abstrak:

Materi presentasi ini membahas tentang penyuntingan naskah, yang disampaikan pada hari Selasa, 29 April 2025. Materi ini disusun oleh Muh. Lukman Hakim, S.S., M.Pd. dari Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Kemendikdasmen.

Profil Singkat Penyaji

Penyaji adalah seorang penyuluh kebahasaan dan kesastraan, ahli bahasa tindak pidana, serta widyabasa ahli muda (JFT). Pengalaman sebelumnya mencakup peran sebagai pengkaji bahasa dan sastra, peneliti (sastra interdisipliner), penyusun kamus, dan analis kata dan istilah.

Tujuan dan Manfaat Penyuntingan

Mengurangi kesalahan penulis untuk meningkatkan kualitas tulisan.

Membuat naskah bersih dari kesalahan kebahasaan, non-kebahasaan, dan isi.

Menjadikan naskah lebih mudah dan nyaman untuk dibaca.

Berperan sebagai jembatan antara gagasan penulis dengan pembaca.

Mengolah naskah hingga layak terbit sesuai dengan ketentuan penerbit.

Prinsip-Prinsip Penyuntingan

Keterbacaan: Memperhatikan tata letak naskah.

Ketaatasasan: Menjaga konsistensi, tanda baca, diksi, dan gaya selingkung.

Kebahasaan: Mengikuti kaidah bahasa yang berlaku.

Kejelasan: Memastikan alur dan tahapan mudah dipahami.

Ketelitian: Memverifikasi kesahihan data.

Kepatutan: Menghindari plagiasi.

Ketepatan: Memastikan kelengkapan unsur terbitan.

Metode dan Teknik Penyuntingan

Metode yang digunakan adalah naskah tunggal standar, yaitu menerbitkan naskah dengan memperbaiki kesalahan kecil dan ketidakkonsistenan, serta menyesuaikan ejaan dengan ketentuan yang berlaku. Dalam prosesnya, penyunting memperbaiki kata, kalimat, penggunaan huruf kapital, pungtuasi, dan memberikan komentar mengenai kesalahan teks.

Menurut Djamaris (2002: 24), hal-hal yang perlu dilakukan dalam metode ini meliputi: membetulkan kesalahan teks, membuat catatan perbaikan/perubahan, memberi komentar/tafsiran, membagi teks, dan menyusun daftar kata sukar (glosarium).

Tahap-Tahap Penyuntingan Naskah

Prapenyuntingan: Mengidentifikasi ragam dan kelengkapan naskah, membacanya secara layak, serta memahami gaya penulisan penulis.

Penyuntingan: Membaca cermat kalimat demi kalimat, mengidentifikasi dan langsung memperbaiki kesalahan (ejaan, pilihan kata, fakta, konsistensi), serta menyesuaikan kohesi dan koherensi naskah.

Pascapenyuntingan: Melakukan pembacaan dan pemeriksaan ulang naskah yang telah disunting untuk memastikan tidak ada lagi kesalahan.

Persyaratan Penyunting Naskah

Menguasai ejaan, tata bahasa, dan diksi bahasa Indonesia dengan baik.

Mampu menggunakan kamus dan memiliki penalaran kebahasaan yang baik.

Memiliki ketelitian, kesabaran, dan kemampuan berkomunikasi yang baik.

Memiliki pengetahuan luas mengenai kepenulisan, bahasa asing/daerah, dan kode etik penyuntingan.

Aspek Kebahasaan dalam Penyuntingan

Ejaan: Meliputi penulisan huruf, kata, dan penggunaan tanda baca (titik, koma, titik dua, hubung, pisah, elipsis, petik, garis miring, dll).

Tata Bahasa: Menyangkut struktur gramatikal bahasa yang lebih kompleks, seperti fonologi, morfologi, dan sintaksis.

Diksi: Pilihan kata yang tepat dan selaras untuk menyampaikan gagasan secara efektif.

Kalimat: Memastikan setiap kalimat memiliki struktur yang lengkap (minimal subjek dan predikat) dan bukan sekadar frasa.

Latihan

Pada bagian akhir, file ini menyajikan sebuah teks berita sebagai bahan latihan penyuntingan.

Secara keseluruhan, dokumen ini menyediakan panduan komprehensif mengenai penyuntingan naskah, mulai dari tujuan, prinsip, metode, tahapan, hingga aspek kebahasaan yang krusial.

Buka Materi